Tips-tips untuk Menghindari Menunda-nunda dalam Berkarya

Kegiatan menunda-nunda pekerjaan tentu merupakan perilaku yang kontra produktif. Rasa malas yang kadang menghantui membuat kita ingin rebahan sepanjang hari dan melupakan hal-hal penting yang harusnya kita kerjakan hari itu. Hal ini adalah salah satu tantangan yang banyak orang hadapi, termasuk creator tentunya. Kali ini kami akan membahas tips-tips untuk menghindari kegiatan menunda-nunda pekerjaan atau prokrastinasi, check this out!

Apa itu prokrastinasi?

Ternyata manusia sudah sering menunda-nunda kegiatan sejak dahulu. Di jaman baheula atau dulu kala para filsuf yunani kuno seperti Socrates dan Aristotle menyebut kegiatan menunda-nunda ini dengan sebutan Akrasia.

Akrasia adalah kondisi dimana kita bertindak berdasarkan impuls dengan mengesampingkan penilaian kita akan konsekuensi yang akan didapatkan di masa yang akan datang. Simpelnya Akrasia adalah ketika kita lebih memilih scrolling timeline media social ketimbang mengerjakan tugas yang harus kita selesaikan. Dengan kata lain Akrasia adalah penundaan atau kurangnya kontrol diri.

Menurut pengertian yang lebih modern prokrastinasi adalah kegiatan menunda sebuah pekerjaan dengan pekerjaan lain. Jadi baik Akrasia atau prokrastinasi adalah kegiatan menunda-nunda.

Kenapa kita sering menunda-nunda?

Penelitian dalam psikologi perilaku telah mengungkapkan sebuah fenomena yang disebut time inconsistency yang membantu menjelaskan mengapa orang-orang tetap menunda-nunda sebuah pekerjaan walaupun dia ingin pekerjaan tersebut cepat selesai.

Time Inconsistency mengacu pada kecenderungan otak manusia yang lebih menginginkan instant gratification atau imbalan langsung ketimbang imbalan yang nanti didapat di masa depan. Cara termudah untuk memahami time inconsistency adalah dengan membayangkan kita memiliki 2 versi diri, yaitu diri kita di masa sekarang dan diri kita di masa depan. Ketika kita membuat list hal-hal yang akan kita capai atau goals – seperti menurunkan berat badan atau menyelesaikan satu buku baru – kita sebenarnya sedang membuat rencana untuk diri kita di masa depan.

Akan tetapi, walaupun si diri kita yang akan datang bisa membuat berbagai jenis goals dan rencana, yang akan mengambil keputusan dan menyelesaikan berbagai jenis goals dan rencana tersebut adalah diri kita di masa sekarang. Nah, menurut penelitian si diri kita yang sekarang ini lebih memilih instant gratification ketimbang long terms reward. Jadi diri kita di masa sekarang dan yang di masa depan memang sering bertentangan satu sama lain. Diri yang di masa depan ingin kita bisa sehat dan langsing, tapi diri kita yang sekarang inginnya rebahan.

Inilah sebabnya kenapa kita merasa termotivasi untuk mengubah sesuatu dalam hidup kita saat hendak tidur, tetapi kita menyaksikan diri ini jatuh kembali ke pola yang sama ketika bangun dari tidur. Otak kita lebih menghargai kepuasan sesaat yang bisa didapat sekarang ketimbang keuntungan yang bisa didapat di masa yang akan datang.

Bagaimana menghindarinya?

Ada berbagai strategi yang dapat kita terapkan untuk berhenti menunda-nunda. Kali ini, kami akan menjelaskan 3 konsep.

1. Membuat Long Term Benefit bisa didapatkan dengan cepat

Jika kita bisa menemukan sebuah cara agar keuntungan atau reward yang akan kita dapatkan di masa depan bisa kita dapatkan lebih cepat, maka akan sangat mudah bagi kita untuk bisa menghindari prokrastinasi. Salah satu cara terbaik untuk membuat long term benefit bisa kita dapatkan dengan cepat adalah dengan strategi yang disebut temptation bundling.

Temptation bundling adalah sebuah metode yang didapatkan dari penilitian behavioral economics yang dilakukan oleh Katy Milkman di The University of Pennsylvania. Secara sederhana strategi temptation bundling adalah dengan menggabungkan atau mem-bundle kegiatan yang memberikan kita kepuasan di masa sekarang dengan kegiatan yang akan memberikan kita keuntungan di masa yang akan datang.

2. Membuat Konsekuensi dari Prokrastinasi dirasakan lebih cepat

Kalau di awal kita membuat keuntungan bisa kita dapatkan dengan cepat, kali ini kita membuat konsekuensi dari menunda-nunda kita rasakan lebih cepat. Ada banyak cara untuk bisa membuat kita dengan cepat merasakan efek dari menunda-nunda pekerjaan, sebagai contoh jika kita berolahraga sendirian, melewatkan satu atau dua kali latihan tidak akan membuat kita merasakan efeknya langsung. Kesehatan kita tidak akan langsung terpengaruh oleh hal tersebut. Efek dari melewatkan latihan baru akan terasa setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan melewatkan latihan. Namun jika kita memiliki komitmen untuk berolahraga setiap jam 7 pagi di hari minggu bersama seorang teman, efek melewatkan latihan akan kita rasakan langsung. Dengan membatalkan latihan kita sudah menjadi teman yang buruk.

Salah satu cara lain yang biasa digunakan agar efek dari menunda-nunda pekerjaan bisa kita langsung rasakan adalah dengan meminta bantuan pihak ketiga untuk menjadi controller atau yang memberikan hukuman apapun bentuknya ketika kita tidak menjalankan apa yang sudah kita rencanakan.

3. Canangkan hal-hal yang dapat mudah dicapai terlebih dahulu

Hal yang dapat membuat seseorang menunda-nunda biasanya dimulai ketika memulai kebiasaan baru, seperti mulai berhenti merokok atau memulai untuk berolahraga. Menurut Dr. Phycyl dari Carleton University di Ottawa Kanada, untuk mengatasi keengganan secara psikologis terhadap pekerjaan-pekerjaan yang akan kita lakukan adalah dengan “membuat rendah tingkatan standar atau ambang batas untuk memulai”. Karena seringkali memulai adalah tantangan yang paling besar.

Sebagai contoh, Dr. Pychyl mengatakan, “Peningkatan suasana hati yang nyata datang dari melakukan apa yang ingin kita lakukan”. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa kemajuan — betapapun kecilnya — dapat menjadi motivator besar untuk membantu kita terus maju.

Kesimpulan

Perlu kita sadari bahwa kebiasaan menunda bukanlah sekadar kebiasaan buruk, tapi juga suatu sikap yang menghambat perumbuhan pribadi dan profesi. Kuncinya adalah dengan menyadari hal tersebut bisa berdampak negatif pada diri kita.

Setelah kita berhasil menghilangkan kebiasaan menunda-nunda atau prokrastinasi, maka hal yang selanjutnya kita lakukan adalah konsisten. Setelah memulai jangan berhenti! Tetap lakukan hal tersebut seberapapun kecilnya hingga akhirnya kita terbiasa melakukannya.

No Comments Yet